UJIAN TENGAH SEMESTER
FILSAFAT ADMINISTRASI
DOSEN: SUGENG RUSMIWARI
OLEH:
FLORENSIANA SOI
ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FISIPOL
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2014
Dalam perkembangan filsafat
administrasi dewasa ini dimana kegiatan administrator tumbuh dengan pesat di
indonesia, kaum terakademisi dituntut untuk berkarya dengan lebih efisien dalam
menghadapi persaingan yang lebih ketat demi menjaga kelangsungan operasi administrasi.
Unsur terpenting dalam pembentukan karakter manusia
terkait hakikat filsafat administrasi adalah pikiran dan penerapan
yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk
dari pengalaman hidupnya adalah merupakan pelopor segalanya. Program ini kemudian
membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola karakternya
yang bisa mempengaruhi perilakunya. Jika program yang
tertanam tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran universal, maka
perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. Hasilnya, perilaku tersebut
membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika program tersebut tidak
sesuai dengan prinsip-prinsip hukum universal, maka perilakunya membawa
kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu, teori
karakter manusia administrator harus
mendapatkan perhatian serius.
Disamping
melalui pendidikan formal oleh institusi pendidikan administrasi, pengembangan
karakter manusia terkai hakikat filsafat juga dapat dilaksanakan secara non
formal. Disinilah peran pembinaan kesadaran setiap warga juga menjadi semakin
penting dilakukan melalui berbagai upaya internalisasi guna membangun karakter
dan perkuatan jati diri bangsa, sehingga mampu
mengaplikasikan nilai-nilai semua aspek kehidupan. Dalam mewujudkan karakteristik
administrator Indonesia yang memiliki intelektualitas baik, pendidikan
diperlukan seorang memiliki karakter dan jati dirinya, yaitu jatidiri
ke-Indonesiaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar